8+ Tren E-Commerce di Indonesia 2021

Tahukah Anda Tren E-Commerce di Indonesia 2021? Dari tahun ke tahun, Indonesia menunjukkan pertumbuhan pasar e-commerce yang menarik.

Hasil riset yang dilansir oleh Warta Ekonomi menunjukkan bahwa dalam waktu 10 tahun terakhir, industri e-commerce Indonesia meningkat hingga 17 persen dengan total jumlah usaha e-commerce sebanyak 26,2 juta unit.

Hal ini didukung oleh seiring bertambah dan berkembangnya jumlah pengusaha dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tanah air.

Tren dan gaya belanja online yang dilakukan oleh generasi milenial turut memberi pengaruh pada berkembangnya industri e-commerce di Indonesia.

Dalam berbelanja, generasi milenial memperhatikan banyak aspek sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang.

Aspek tersebut yaitu perbandingan harga di satu tempat dengan tempat lainnya, fitur aplikasi yang ditawarkan, program promo yang menarik, serta kualitas barang yang akan dibeli.

Selain itu, generasi milenial juga tidak segan-segan untuk merekomendasikan e-commerce dan online shop favorit mereka kepada keluarga dan teman-teman di sekitarnya.

Tren E-Commerce di Indonesia 2021

Berikut ini adalah ulasan dan penjelasan mengenai tren e-commerce di Indonesia tahun 2021, yaitu sebagai berikut:

1. Semakin Banyak Pedagang Offline Beralih Menjadi Online

Pertumbuhan yang signifikan dari e-commerce di Indonesia menciptakan perubahan pola belanja masyarakat, dari belanja secara konvensional menjadi belanja berbasis elektronik atau online.

Oleh sebab itu, banyak gerai usaha retail yang akhirnya gulung tikar atau mengubah format bisnis mereka agar sesuai dengan kebutuhan dan gaya belanja masyarakat Indonesia.

Banyak ditmeui toko-toko offline yang akhirnya memilih untuk beralih ke online.

Menurut hasil riset, salah satu keyword yang banyak dicari masyarakat di google adalah bagaimana cara menjadi agen di platform online seperti Shopee, Bukalapak, Tokpedia, Lazada, dan lain sebagainya.

2. Semakin Banyak Orang Belanja Menggunakan Perangkat Mobile

Saat e-commerce mulai pertama kali muncul di hadapan masyarakat, mereka menggunakan sistem berbasis web sehingga membutuhkan perangkat komputer atau laptop untuk bertransaksi.

Seiring berjalannya waktu, e-commerce mulai memperkenalkan aplikasi belnaja online yang dapat dengan mudah diunduh, diinstall, dan dioperasikan menggunakan perangkat mobile yaitu smartphone.

Oleh karena itu, tren pelanggan e-commerce saat ini adalah para pelanggan lebih sering berbelanja barang kebutuhan menggunakan smartphone alih-alih komputer atau laptop.

3. Same Day Delivery Service

Same Day Delivery Service adalah jasa pengiriman barang belanja yang akan sampai di tangan konsumen dalam waktu maksimal 24 jam.

Baru-baru ini, tren pengiriman barang dalam waktu 24 jam sedang gencar dipromosikan oleh berbagai e-commerce.

Kemunculan jasa transportasi online seperti Gojek dan Grab dengan fitur pengiriman barang menjadi solusi untuk menjalankan program ini.

Kecepatan pengiriman dan harga ongkos kirim yang terjangkau dibandingkan jasa pengiriman logistik konvensional akan menarik pelanggan untuk menggunakan jasa ini.

Namun demikian, pengiriman barang dalam satu hari kerja ini hanya berlaku pada kota-kota tertentu saja, mengingat jasa transportasi online belum tersebar pada seluruh kota di penjuru negeri.

4. Cashless Society

Akhir-akhir ini, start-up yang bergerak di bidang pembayaran uang digital mulai banyak bermunculan di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini menandakan bahwa saat ini masyarakat sudah cenderung menyukai transaksi yang cashless.

Macam-macam pembayaran uang digital yang populer di kalangan masyarakat adalah GoPay, OVO, Dana, T-Cash, LinkAja, Jenius, dan lain-lain.

Keamanan dan kenyamanan pembyaran adalah dua hal utama yang diinginkan konsumen uang digital.

Masyarakat merasa lebih fleksibel dalam mengalokasikan dana saat menggunakan uang digital, terlebih lagi banyak sekali promo-promo menarik yang ditawarkan oleh masing-masing perusahaan uang digital.

Oleh karena itu, uang digital semakin populer dan dikenal oleh masyarakat luas.

5. Meningkatnya Penjualan Tiket Online

Bergesernya pola perilaku berbelanja masyarakat di Indonesia, turut memberi dampak pada penjualan tiket transportasi maupun sarana hiburan.

Biasanya, pembelian tiket transportasi maupun sarana hiburan dilakukan dengan cara antre di depan loket pembayaran.

Namun, saat ini, segala jenis tiket pesawat, kereta api, bioskop, wahana air, dan lain sebagainya dapat dibeli secara online melalu berbagai macam e-commerce.

Hal ini tentu sangat memudahkan masyarakat. Sekarang, masyarakat tidak perlu datang ke loket, mengantre, dan berdiri dalam waktu yang lama hanya untuk membeli tiket.

Banyaknya promo diskon dan cashback juga turut menyukseskan penjualan tiket secara online.

6. E-Commerce Mampu Menjangkau Kota-kota di Luar Jawa

Sebelum maraknya e-commerce di Indonesia, mungkin rekan-rekan kita di luar Pulau Jawa akan merasa sedikit kesulitan untuk membeli barang-barang tertentu dengan harga yang murah dan terjangkau.

Namun saat ini, daerah di luar Pulau Jawa memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan bagi para perusahaan e-commerce.

Oleh karena itu, e-commerce juga mulai gencar untuk menjangkau daerah-daerah tersebut.

Hal tersebut didukung oleh hasil penelitian yang dikutip dari artikel medcom.id yang menunjukkan bahwa jumlah transaksi online di luar Pulau Jawa telah meningkat sebanyak 6%.

7. E-Commerce Gencar Menawarkan PromosiĀ Cashback

Selain adanya perang harga, pelaku e-commerce juga akan menawarkan promo cashback (uang kembali) sebagai salah satu strategi promosi mereka.

Hal ini tentu memunculkan sebuah tren baru, di mana masyarakat memilih untuk berbelanja atau membeli sesuatu melalui e-commerce (contohnya penggunaan uang digital) karena pelanggan akan mendapatkan cashback secara cuma-cuma.

Setiap ada promo cashback pada gerai-gerai atau toko di pusat perbelanjaan, pasti selalu dipenuhi dengan antrian panjang pelanggan yang akan membeli.

8. Program Customer Loyalty

Untuk meningkatkan engagement pelanggan terhadap sebuah e-commerce, salah satu metode yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan customer loyalty.

Saat ini, sudah banyak kupon-kupon khusus yang dibuat oleh e-commerce demi mendukung pengalaman berbelanja pelanggan. Kupon-kupon loyalti biasanya diberikan kepada pelanggan setelah menyelesaikan sebuah transaksi.

Metode ini dianggap efektif untuk menarik lebih banyak pelanggan yang berbelanja di website atau aplikasi mereka.

Demikianlah penjelasan dan ulasan mengenai Tren E-Commerce di Indonesia 2021. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Tinggalkan komentar